Puluhan Truk Antre Solar di SPBU Ulapato A, M. Fadli Desak Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi Diperketat

Nasional61 Dilihat

Klikindonews.web.id – Gorontalo – Pemandangan puluhan truk yang mengantre untuk mendapatkan solar sejak waktu subuh di sekitar SPBU Pertamina Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menjadi perhatian publik.

Panjang antrean kendaraan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penyaluran serta ketepatan sasaran distribusi BBM bersubsidi.

Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dalam memastikan penyaluran solar bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.

Aktivis M. Fadli mendesak agar kondisi tersebut tidak dianggap sebagai pemandangan biasa.

Ia meminta adanya pengawasan dan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi yang tidak sesuai dalam proses distribusi solar.

“Jangan sampai ada mafia-mafia solar di Pertamina Ulapato A Telaga Biru.

Baca juga:  Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Pemandangan yang kerap kita lihat, berpuluh-puluh truk antre untuk mendapatkan solar, menjadi pertanyaan besar.

Apakah solar yang tersedia benar-benar tepat sasaran atau justru ada dugaan permainan dalam distribusinya?” tegas Fadli.

Fadli juga mempertanyakan efektivitas pengawasan di wilayah Telaga Biru.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh kepastian bahwa BBM bersubsidi disalurkan sesuai peruntukannya dan tidak menimbulkan kesenjangan akses bagi pengguna yang memang berhak.

“Saya mempertanyakan kepada Kapolsek Telaga Biru.

Jangan sampai ada dugaan penyimpangan atau praktik mafia solar yang luput dari pengawasan.

Jangan sampai masyarakat kecil justru kesulitan mendapatkan solar, sementara pihak tertentu mendapatkan akses dalam jumlah besar,” ujarnya.

Baca juga:  Kereta Api Kalimantan Dimulai dari Kaltara, Ditarget Terhubung hingga IKN

Desak Pemeriksaan Data Penyaluran
Fadli meminta aparat dan pihak terkait tidak hanya melihat antrean kendaraan secara kasatmata, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap data penyaluran apabila terdapat indikasi yang dinilai perlu ditelusuri.

Beberapa aspek yang menurutnya dapat diperiksa antara lain pola antrean kendaraan, frekuensi pengisian, volume pembelian, kesesuaian dokumen kendaraan, serta mekanisme penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.

“Kalau memang semuanya sesuai aturan, tidak ada masalah.

Tetapi kalau ditemukan adanya penyalahgunaan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Fadli.

Sorotan tersebut pada prinsipnya merupakan desakan agar dilakukan pengawasan dan klarifikasi, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran.

Karena itu, pihak SPBU, Pertamina, aparat penegak hukum, maupun pihak terkait lainnya diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi antrean dan mekanisme distribusi solar di SPBU Ulapato A.

Baca juga:  Dicopot Kemarin, Kantornya Digeledah Kejagung, Ada Apa di Badan Gizi Nasional?

Publik pun menunggu transparansi dari pihak berwenang.

Jika seluruh proses distribusi telah berjalan sesuai aturan, penjelasan dan data yang dapat diverifikasi diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebaliknya, apabila dalam pemeriksaan resmi ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat tentu berharap persoalan tersebut ditindaklanjuti sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak SPBU, Pertamina, maupun pihak terkait lainnya sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan.

#klikindonews.web.id_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *